MENYINGKAP KECANTIKAN WANITA
Kaum lelaki biasanya sering melihat wanita dari penampilan fisik semata, karena itulah wanita sering belomba dalam berpenampilan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Banyak sekali produk khusus wanita yang di tawarkan, baik fashion maupun kosmetik. Untuk menarik perhatian wanita, banyak promosi yang menonjolkan lekak lekuk tubuh wanita. Eksploitasi tubuh wanita sudah menjadi sesuatu yang di sahkan demi bisnis, walaupun jauh dari etika maupun norma beragama.
Banyak wanita bertubuh seksi yang hanya di tutupi selembar kain tipis, bebas berakting di layar televisi atau media lainnya, berakibat banyaknya terjadi kasus - kasus pelecehan seksual maupun tindak perkosaan terhadap kaum wanita, bahkan memunculkan Free Sex Idiology. Padahal semua itu jelas merupakan tindak pidana kejahatan ( Jinayah ) dalam Islam.
Dengan jelas dan gamblang, Adabul Islam menilai penampilan pribadi seseorang, khususnya wanita meliputi empat pokok, yakni :
- Simat, merupakan fisik yang kelihatan.
- Suluk, merupakan sikap/prilaku.
- Ruhiyah, merupakan rohani, spirit, atau jiwa.
- Fikrah merupakan fikiran atau intelektual.
Kesemuanya menyatu menjadi Syahsiyah Islamiyah. Pertama Simat, Islam jelas amat memperhatikan penampilan fisik, lantaran hal ini terkait erat dengan masalah aurat. hal ini terdapat dalam Al Qur’an, As-sunah maupun ijtihad para fuqoha.
Al Qur’an Surah An-nur ayat 24 menegaskan, “Katakan kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya, (faraj) janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang (biasa) nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung sampai ke dadanya”. berdasar surat tersebut sebagian besar ulama sepakat, bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. sehingga busana muslimah yang dikenakan haruslah longgar, tidak transparan, warna tidak mencolok dan tidak menampilkan lekuk tubuh yang bisa mengundang fikiran kotor. Yang kedua Suluk, seorang wanita harus mampu bersikap dan berperilaku yang baik, dan sopan. Ketiga Ruhiyat, kekuatan ruh pada seorang muslimah tidak kalah pentingnya. Dari ruhani yang sehat inilah seorang wanita bisa mengendalikan penampilan fisik dan akhlaknya. seseorang yang mantap kondisi rohaninya akan memancarkan jiwa yang cemerlang dan istiqomah, hal ini akan sangat membekas pada orang lain. Baru sebatas kehadirannya saja, seorang wanita solikhah mampu mendatangkan kesejukan hati pada sesamanya. keempat adalah Fikrah yaitu kejernihan berfikir yang bersumber dari kekuatan iman, membuat muslimah tampil semakin kaffah (utuh), berdasarkan fikrah yang Islami, ia mampu memilah dan menyelesaikan setiap masalah kehidupan, pandai menentukan langkah dan sikap. Memiliki fikrah Islam berarti meyakini hanya Islam satu - satunya solusi semua permasalahan global dan modern. Fikrah Islam ini didasari dengan Dzikrullah dan Hikmah (Ilmu).
Seorang muslimah harusnya mampu berbusana yang indah dipandang dan tidak menimbulkan fitnah, sikap dan perilakunya membuat orang lain terpesona, kekuatan berfikirnyabisa menyelesaikan permasalahan, dan di dasari dengan rohani yang selalu ingat dan berDzikir kepada Allah SWT.
Marilah kita ingat kepada hadits Rosulullah yang di riwayatkan oleh Imam Muslim, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk paras dan harta bendamu. Akan tetapi Allah hanya melihat pada hati dan amal perbuatanmu”.
Sebuah film romantic comedy remaja yang di rilis oleh sebuah rumah produksi Korea, film ini di rilis pada tanggal 12 desember 2002, di bintangi oleh ha ji-won dan lim cang-jung.
